Kasus ISPA di Tanjungpinang Beranjak Naik, Ini Respon Dinkes Tanjungpinang

Salah satu anak yang terdampak kabut asap di Tanjungpinang. (Foto: M.Nazarullah)

SELAKA, TANJUNGPINANG – Dalam kondisi kabut asap yang hingga saat masih melanda, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) mencatat adanya kenaikan kasus gangguan pernafasan di Tanjungpinang.

Tercatat 118 kasus dilaporkan terjadi pada 12 Oktober lalu, kemudian naik menjadi 180 kasus harian pada 15 Oktober 2026, Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian Dinkes Dalduk KB di tengah kondisi kabut asap yang belakangan meningkat.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinkes Dalduk KB Tanjungpinang, Rustam, Ia menjelaskan Indeks polusi udara ini mencapai 150 – Mikrogram/meter kubik atau dalam kategori tidak sehat.

“Iya benar saat ini kondisi udara beberapa minggu terakhir cenderung tinggi polusi udara akibat kabut asap, ini memberi dampak kesehatan masyarakat, saat ini kasus ISPA dilaporkan naik,” Kata Rustam, Minggu(18/10/2026)

Rustam menambahkan, berkaitan dengan dampak kabut asap ini ,maka Dinkes Tanjungpinang mengimbau agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah, jika terpaksa beraktifitas di luar rumah maka disarankan untuk memakai masker secara baik dan benar.

Rustam menyarankan agar masyarakat dapat menambah daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi buah – buahan dan sayuran serta vitamin, sebagai langkah pencegahan dampak kesehatan saat ini.

Sebagai langkah konkret, Dinkes Tanjungpinang bersama BPBD Tanjungpinang telah melakukan upaya edukasi kepada masyarakat dengan membagikan masker gratis.

“Kita juga sudah bagi – bagi masker gratis sebagai bentuk edukasi ke masyarakat,”katanya.

Selain itu, Rustam juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan kesiapan puskesmas dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan.

“Pemantauan kami laksanakan salah satunya di Puskesmas Batu 10, kami cek ketersediaan logistik dan obat-obatan serta kesiapan peralatan medis, hingga ambulan untuk kebutuhan rujukan pasien,”jelasnya.

Rustam menambahkan bahwa perlengkapan yang diperiksa antara lain oksigen, nebulizer, obat-obatan untuk menangani ISPA, batuk, pilek, dan asma, serta alat elektrokardiogram (EKG).

Rustam mengingatkan kepala Puskesmas agar terus memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan melaporkan setiap perkembangan di lapangan.

“Jika ditemukan pasien dengan kondisi lebih berat dan tidak mampu ditangani di puskesmas, petugas diharapkan dapat merespons dengan cepat dan sigap serta segera merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki kemampuan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi masyarakat, Murhayati warga Toapaya Selatan mengeluhkan dampak yang dialaminya akibat kabut asap ini.

“Sesak, mata perih, apalagi saya punya asma, jadi selama 2 minggu ini saya dan anak – anak hanya di rumah dan sesekali menggunakan nebulizer secara pribadi di Rumah, kalau terasa berat kami langsung ke Puskesmas segera, saya harap ini bisa segera membaik lah, kami bosan di rumah,”pungkasnya.

Penulis : Nazrullah
Editor : Roland

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *