Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124


SELAKAPEDIA, BINTAN – Ketua Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kepulauan Riau, Iman Sutiawan membantah pernyataanya di sosial media tidak berempati kepada masyarakat saat black out Batam dan Pulau Bintan.
Hal itu disampaikan saat menjadi salah satu narasumber di Ujian Kompetensi Jurnalis (UKJ) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) angkatan 108, di Kampus STAIN SAR, Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Sabtu (17/10/2026) lalu.
Dalam keterangannya, Iman mengatakan bahwa dalam postingan disosial media, ia tidak bermaksud sama sekali menyakiti perasaan siapapun.
” Itu bukan untuk meyakiti perasaan siapapun, saya mengapresiasi kinerja petugas lapangan PLN,” kata Iman.
Apresiasi yang disampaikan di sosmed, menurutnya bentuk kepeduliaannya kepada petugas PLN yang bekerja secara profesional, sekaligus menjaga kondusifitas di Kepri.
Menurutnya PLN Batam telah berjibaku bahkan menyalakan aliran listrik agar masyarakat bisa tenang dalam melakukan aktifitas.
Sampai saat ini, Iman menyebutkan bahwa PLN sendiri belum mengetahui penyebab pastinya, sehingga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga bertanya – tanya, apq sebenarnya penyebab padamnya listrik di Batam dan Pulau Bintan.
“Mungkin banyak yang berpendapat PLN terkesan bungkam setelah listrik padam,” ucapnya.
Padahal saat itu PLN, Ia menyampaikan seluruh petugas memang fokus menangani masalah itu. Sehungga
wajar jika belum menanggapi pertanyaan masyarakat dan jurnalis.
“Setahu saya mereka bahkan menghidupkan listrik secara manual. Sebagai perwakilan masyarakat tentu saya membela warga yang terdampak, namun di sisi lain saya juga harus menjaga kondisi agar tetap kondusif. Kita tentu tidak mau kalau investor yang sudah ada lari dan investor yang mau masuk Kepri, maka ini penting untuk kita jaga,” pungkasnya.
Diketahui, Warga Batam, Tanjungpinang dan Bintan dikejutkan dengan padamnya listrik, pukul 06.37 WIB, Senin (12/10/2026).
Insiden ini terjadi dalam durasi waktu cukup lama, terutama di kawasan Bintan Timur yang terdampak hingga 52 jam.
Hal ini sempat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Penulis : Nazrullah
Editor : Roland